Memperbudak atau Diperbudak
Mei 23, 2008
SEORANG sufi tiba di suatu tempat dimana orang ramai berlalu lalang. Tiba-tiba orang-orang itu duduk bersimpuh dengan menundukkan kepalanya, tak lama berselang lewatlah seorang raja dengan para pengawalnya. Meskipun orang-orang disekitarnya bersimpuh dan tidak berani memandang raja tersebut, namun, Sufi tersebut tidak mau mengikuti mereka, dia tetap berdiri dan memandang raja yang duduk di atas tandu mewahnya.
Melihat tindakkan sufi itu, kontan raja menjadi murka dan langsung menghampiri dan bertanya kepadanya ”kenapa kamu tidak duduk bersimpuh dan menundukkan kepala kepadaku”. Sufi tersebut menjawab ”aku tidak akan tunduk dan patuh pada orang yang tuannya adalah budakku”, ”maksud kamu apa” tanya sang raja lagi. ”untuk apa aku tunduk pada orang yang pemarah dan sombong, serta diperbudak oleh harta, sementara aku bisa mengendalikannya”, mendengar jawaban sang Sufi, Raja itu terdiam sejenak, sejurus kemudian ia lantas berlalu dari hadapan sang Sufi.
Resep Obat Penyembuh Dosa
Mei 22, 2008
SEORANG Badui datang kepada seorang dokter. Orang Badui; ”Apakah dokter punya resep obat untuk menyembuhkan dosa?”. Dokter menundukkan kepalanya sejenak sambil berpikir, lalu menjawab; ”Dengarkan resep ini, jika kamu kerjakan, maka kamu akan mendapat penyembuhan dari Allah Swt.”
Ambillah akar kemelaratanmu dan jiwa kesabaran. Lalu campurkan dengan bubuk pikiran dan di campur (kadarnya sama) dengan rendah hati dan kekhusyukan, kemudian di tumbuk semua dalam lumpang taubat dan dibasahi dengan air mata, lalu ditempatkan dalam tempat rendah diri kepada Allah dan di masak dengan api tawakal kepada-Nya. Setelah itu aduk dengan sendok istighfar sehingga tampak taufiq dan kehormatan diri. Kemudian, pindahkan ke mangkok cinta dan dinginkan dengan udara kasih sayang. Sesudah di saring dengan saringan kesusahan dan di tambah dengan hakekat iman serta campurkan dengan takut kepada Allah. Terus minum obat itu selama hidupmu dan hatimu akan sembuh dari segala keluhan dan akan hilang rasa sakit dosa.